Review Film: Pabrik Gula (2025) – Horor Atmosferik dengan Sentuhan Jawa
Tanggal Rilis: 2025
Sutradara: Awi Suryadi
Penulis Skenario: Lele Laila, SimpleMan
Genre: Horor, Thriller
Pemeran: Erika Carlina, Dwi Sasono, dan lainnya
Pendahuluan: Horor dengan Latar Pabrik Gula yang Mencekam
Film “Pabrik Gula” (2025) hadir sebagai horor terbaru yang diadaptasi dari thread viral karya SimpleMan, yang sebelumnya dikenal lewat KKN di Desa Penari. Disutradarai oleh Awi Suryadi, film ini mengusung latar pabrik tua di pedesaan Jawa yang menjadi saksi kisah mistis sekelompok buruh musiman.
Dengan nuansa Jawa yang kental dan eksplorasi elemen budaya lokal, film ini mencoba membawa pengalaman horor yang lebih immersive. Namun, apakah “Pabrik Gula” mampu memberikan sajian segar di tengah dominasi film horor lokal yang seringkali memakai formula serupa? Mari kita kupas lebih dalam.
Sinopsis Film “Pabrik Gula” (2025)
Sekelompok pekerja musiman datang ke sebuah pabrik gula tua di pedalaman Jawa untuk bekerja selama musim panen. Namun, tanpa mereka sadari, lokasi tersebut menyimpan misteri kelam yang telah lama terkubur.
Ketika gangguan supernatural mulai terjadi, para pekerja dipaksa mencari tahu penyebab kemarahan makhluk gaib yang menghantui pabrik itu. Di tengah upaya bertahan hidup, mereka menghadapi berbagai teror yang menguji batas ketahanan mereka.
Ulasan: Antara Kengerian, Jumpscare, dan Humor yang Tanggung
1. Atmosfer Mencekam dengan Sinematografi Kuat
Salah satu kekuatan utama film ini adalah sinematografinya. Awi Suryadi berhasil menciptakan suasana kelam dengan penggunaan color grading yang gelap dan atmosfer pabrik yang suram. Beberapa adegan long shot yang menampilkan pabrik tua berhasil membangun perasaan terisolasi dan mencekam.
2. Jumpscare yang Terlalu Banyak
Seperti film horor lokal pada umumnya, “Pabrik Gula” mengandalkan banyak jumpscare. Sayangnya, elemen ini justru menjadi pedang bermata dua. Jika beberapa jumpscare efektif dan mengejutkan, sebagian lainnya terasa berlebihan dan repetitif. Hal ini membuat penonton lebih sibuk mengantisipasi jumpscare daripada menikmati jalan ceritanya.
3. Akting dan Karakterisasi yang Standar
Meskipun jajaran pemainnya cukup dikenal, akting dalam film ini tidak terlalu menonjol. Erika Carlina, yang sering menjadi pusat perhatian, tampil cukup mencolok dengan gaya khasnya, tetapi beberapa adegan emosionalnya terasa berlebihan. Karakter lain juga kurang dieksplorasi dengan baik, sehingga sulit bagi penonton untuk benar-benar terhubung dengan mereka.
4. Cerita yang Familiar dan Terasa Seperti “KKN di Desa Penari”
Banyak yang membandingkan “Pabrik Gula” dengan “KKN di Desa Penari”, terutama karena kesamaan struktur cerita dan latar belakang kisahnya yang berasal dari thread horor viral. Beberapa elemen terasa seperti template yang diulang, hanya saja kali ini berlatar di pabrik tua, bukan desa terpencil.
Meskipun ada beberapa perbedaan dalam eksekusi, seperti penyampaian latar belakang cerita yang lebih mendalam, tetap saja film ini tidak menawarkan sesuatu yang benar-benar baru bagi penonton yang sudah familiar dengan film horor Indonesia.
5. Humor yang Tidak Pada Tempatnya
Ada beberapa elemen komedi yang disisipkan dalam film ini, namun eksekusinya terasa kurang mulus. Beberapa adegan yang seharusnya serius justru dibuat ringan dengan humor yang terasa tanggung, membuat atmosfer horor yang sudah dibangun jadi sedikit berkurang.
Kesimpulan: Worth It atau Tidak?
✅ Kelebihan:
✔ Sinematografi yang menarik dan atmosfer horor yang cukup terjaga
✔ Latar dan mitologi Jawa yang kuat
✔ Plot twist yang lumayan mengejutkan
❌ Kekurangan:
✘ Jumpscare yang terlalu banyak dan mudah ditebak
✘ Karakterisasi yang kurang mendalam
✘ Kemiripan dengan “KKN di Desa Penari” membuatnya terasa kurang orisinal
✘ Beberapa plot hole yang mengganggu
Secara keseluruhan, “Pabrik Gula” tetap menjadi tontonan yang cukup menghibur bagi penggemar horor lokal, terutama bagi mereka yang menikmati kisah-kisah mistis dengan sentuhan budaya Jawa. Namun, bagi yang mencari sesuatu yang segar dan berbeda, film ini mungkin terasa terlalu familiar.
Di Mana Bisa Menonton “Pabrik Gula” (2025)?
Saat artikel ini ditulis (April 2025), film ini masih belum tersedia di platform streaming. Namun, berdasarkan tren perilisan film sebelumnya, kemungkinan besar “Pabrik Gula” akan hadir di Netflix, Disney+ Hotstar, atau Prime Video dalam beberapa bulan ke depan.
Untuk memantau ketersediaan streamingnya, cek di:
🔗 JustWatch – Pabrik Gula (2025)
Ikuti juga update resmi di akun Instagram film:
🔗 Instagram – Pabrik Gula Movie
Bagaimana pendapatmu setelah membaca ulasan ini? Apakah kamu tertarik untuk menonton “Pabrik Gula” di bioskop atau lebih memilih menunggunya di platform streaming?
💬 Tulis pendapatmu di kolom komentar! Jangan lupa bagikan artikel ini jika menurutmu bermanfaat!