Review Film Pernikahan Arwah (2025) – Horor Berbalut Budaya Tionghoa yang Sarat Misteri
Film horor Indonesia terus berkembang dengan berbagai tema segar yang berusaha keluar dari pakem cerita pesugihan, santet, atau sekte. Pernikahan Arwah (2025) adalah salah satu film yang mencoba menghadirkan warna baru dengan mengusung budaya Tionghoa sebagai elemen utama dalam ceritanya.
Disutradarai oleh Paul Agusta, film ini mengisahkan pasangan Salim dan Tasya yang harus menghadapi teror makhluk halus saat mereka memutuskan untuk melakukan sesi foto prewedding di rumah keluarga Salim. Bukan hanya suasana rumah tua yang menyeramkan, tetapi ritual keluarga yang harus dijalani Salim justru menjadi sumber utama teror yang menimpa mereka.
Dengan premis menarik dan jajaran pemain seperti Morgan Oey, Zulfa Maharani, Jourdy Pranata, dan Brigitta Cynthia, apakah film ini mampu memberikan pengalaman horor yang memuaskan? Mari kita ulas secara mendalam.
Alur Cerita: Misteri di Balik Ritual Keluarga
Ceritanya berfokus pada Salim dan Tasya, pasangan yang tengah mempersiapkan pernikahan. Namun, rencana bahagia mereka terganggu ketika satu-satunya kerabat Salim, yaitu bibinya, meninggal dunia. Salim harus mengurus pemakamannya sekaligus meneruskan tradisi keluarga—membakar dupa setiap hari di sebuah altar misterius.
Seiring waktu, kehadiran mereka di rumah tersebut justru membangkitkan roh-roh leluhur Salim yang wafat di masa pendudukan Jepang. Alih-alih sekadar menjalani ritual, Salim dan Tasya harus berhadapan dengan gangguan makhluk halus yang semakin intens.
Yang membuat cerita semakin menarik adalah peran Tasya, yang ternyata memiliki kemampuan retrokognisi—kemampuan untuk melihat kejadian di masa lalu. Dengan bakatnya ini, ia berusaha mengungkap misteri keluarga Salim yang selama ini tersembunyi, demi membebaskan calon suaminya dari kutukan yang menghantui keluarganya.
Keunggulan Film: Atmosfer, Budaya, dan Visual yang Kuat
✅ Mengangkat Budaya Tionghoa dengan Serius
Salah satu kekuatan terbesar Pernikahan Arwah adalah bagaimana budaya Tionghoa tidak hanya menjadi latar belakang tempelan, melainkan bagian integral dari cerita. Ritual-ritual keluarga, kepercayaan tentang arwah leluhur, hingga filosofi kupu-kupu yang diselipkan dalam film membuatnya terasa autentik dan menarik.
✅ Atmosfer Mencekam yang Dibangun dengan Baik
Paul Agusta sukses menghadirkan suasana mencekam tanpa mengandalkan jumpscare berlebihan. Musik latar, desain produksi, dan pengambilan gambar ala film horor klasik Mandarin membuat film ini memiliki identitas visual yang kuat.
✅ Makeup dan Desain Hantu yang Unik
Tidak seperti film horor Indonesia kebanyakan yang masih berkutat dengan pocong dan kuntilanak, Pernikahan Arwah menyuguhkan sosok hantu yang menyeramkan dengan desain yang lebih segar. Adegan ketika Mei Hwa (salah satu arwah yang menghantui) berjalan di plafon menjadi salah satu momen paling mengerikan di film ini.
✅ Akting Solid dari Para Pemain
Morgan Oey, Zulfa Maharani, Jourdy Pranata, dan Brigitta Cynthia berhasil menghidupkan karakter mereka dengan baik. Khususnya Morgan dan Zulfa, yang memberikan dinamika emosional yang cukup meyakinkan.
Kekurangan: Naskah yang Tidak Matang dan Pacing yang Lambat
❌ Eksekusi Babak Ketiga yang Terburu-buru
Meski memiliki awal yang menjanjikan, film ini terasa kurang padat di bagian akhir. Konflik yang sejak awal dibangun dengan baik, sayangnya berujung pada resolusi yang terburu-buru dan kurang memuaskan.
❌ Pacing Terlalu Lambat
Banyak adegan yang bisa dipangkas agar film lebih dinamis. Bagian awal terlalu lama membangun suasana tanpa perkembangan cerita yang signifikan, sehingga berpotensi membuat penonton kehilangan fokus.
❌ Beberapa Dialog Terasa Kaku
Sebagai film yang menampilkan beberapa percakapan dalam bahasa Mandarin, ada beberapa momen di mana dialog terdengar kurang natural. Selain itu, ada juga dialog dalam bahasa Indonesia yang terasa terlalu baku dan kurang emosional.
❌ Minimnya Gore dan Intensitas Horor
Bagi penonton yang mengharapkan horor dengan darah dan adegan brutal, film ini bisa terasa kurang memuaskan. Mayoritas adegan seram dibangun melalui atmosfer dan suspense, bukan pada adegan gore eksplisit.
Kesimpulan: Film dengan Potensi Besar, tapi Kurang Matang
Pernikahan Arwah (2025) adalah film horor dengan konsep yang menarik dan eksekusi visual yang cukup baik. Sayangnya, potensi besar ini kurang dimaksimalkan karena alur cerita yang lambat, dialog yang kaku, dan ending yang terasa terburu-buru.
Namun, jika Anda mencari film horor dengan pendekatan berbeda—menggabungkan budaya Tionghoa, misteri keluarga, dan unsur supernatural—maka film ini tetap layak untuk ditonton. Setidaknya, Pernikahan Arwah memberikan angin segar bagi perfilman horor Indonesia yang biasanya masih berkutat dengan tema yang itu-itu saja.
Apakah Film Ini Sudah Bisa Ditonton Online?
Saat artikel ini ditulis, Pernikahan Arwah belum tersedia di platform streaming manapun. Namun, melihat tren perilisan film horor Indonesia, kemungkinan besar film ini akan segera hadir di layanan streaming seperti:
- Netflix Indonesia (berdasarkan distribusi film horor lokal sebelumnya)
- Disney+ Hotstar (yang sering menayangkan film-film horor Indonesia terbaru)
- Prime Video (juga aktif menayangkan film horor lokal)
Untuk informasi terbaru tentang ketersediaan film ini di layanan streaming, Anda bisa memantau di JustWatch.
Jangan lupa juga untuk mengikuti akun Instagram resmi film ini di @pernikahanarwah untuk update terbaru seputar film.
Apakah Anda tertarik untuk menonton Pernikahan Arwah? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!